20220321

PENGERTIAN MAHAR





APA ITU MAHAR? APABEDANYA DENGAN HARGA? KENAPA ILMU ADA JUGA YANG DIMAHARI?

pernahkah anda menanyakan tiga pertanyaan di atas? diantara anda semua pasti ada yang menanyakan pertanyaan pertanyaan diatas, disini kami akan menjelaskan itu semua agar tidak ada kesalah fahaman antara anda dan pihak penyedia jasa spiritual

APA ITU MAHAR?
mahar adalah sejumlah nominal yang diberikan kepada pihak lain sebagai bentuk rasa terima kasih / penghargaan kepada pihak lain yang telah mau meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu terwujudnya keinginan si pemahar,

APA ITU HARGA?
harga adalah sejumlah nominal untuk menilai sebuah benda dari sudut bahan baku dan kualitas

APA BEDANYA MAHAR DENGAN HARGA?
jelas perbedaannya sangat jauh, setelah anda membaca keterangan diatas pastinya anda sudah tau apa bedanya mahar dengan harga, mahar adalah jumlah nominal untuk rasa terima kasih atau penghargan sedangkan harga adalah jumlah nominal untuk menilai sesuatu dari segi bahan dan kualitas, oleh karena itu sejumlah nominal yang diberikan kepada pihak mempelai wanita disebut mahar (tanda terima kasih), bukan disebut harga (menilai bahan baku), karena wanita adalah anugerah tuhan yang tidak bisa dinilai dengan harga berapapun juga, maka sejumlah nominal yang diberikan kepada pihak mempelai wanita disebut mahar(tanda terima kasih). begitu juga dengan sejumlah nominal yang anda berikan untuk mendapatkan azimah/benda bertuah itu disebut dengan mahar(tanda terima kasih), bukan disebut harga(menilai bahan baku), karena bagaimanapun juga keberkahan pada azimah/benda bertuah tidak bisa dinilai dengan harga berapapun juga, juga tidak bisa diperdagangkan. maka sejumlah nominal yang anda berikan untuk mendapat azimah/benda bertuah disebut mahar (sebagai tanda terima kasih), namun untuk menjaga etika spiritual maka sebaiknya anda tidak menawar mahar azimah, karena ketika anda menawar mahar azimah maka anda sudah dianggap menganggap itu jualbeli, dan jual beli benda berkekuatan supranatural hukumnya haram, begitu juga jual beli perempuan hukumnya haram, namun untuk mendapatkan azimah bisa halal dengan memberi mahar(tanda terima kasih), begitu juga untuk mendapatkan wanita bisa halal dengan memberi mahar(tanda terima kasih) karena ketika anda menganggap benda mulia bisa dinilai harga maka anda sudah dianggap meremehkan dan itu dosa

jika anda memberikan mahar kepada sang mempelai wanita bukan berarti anda membeli wanita tersebut, karena wanita tidak bisa dijual belikan, dan ketika anda memberikan mahar untuk benda bertuah bukan berarti anda membeli berkah yang ada pada benda bertuah, karena berkah benda bertuah tidak bisa dijual belikan

ketika anda memesan azimah atau benda bertuah dari kami, janganlah dianggap jual beli, selayaknya anda memberikan mahar dengan ikhlas sebagai tanda terima kasih dan penghargaan atas usaha orang lain yang mau meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk membantu anda mendapatkan azimah atau benda bertuah untuk anda, dalam sebuah hadist, imam timidzi meriwayatkan dari shahabat abi sa'id alkhudri bahwa rasulullah SAW bersabda; "barang siapa tidak berterimakasih pada sesama manusia berarti tidak berterima kasih kepada allah" ,pada redaksi lain seorang penyair sufi juga berkata "berharap yang didunia dan di ahirat menjadi geratis, itulah tanda tanda orang yang tidak menghargai usaha orang lain dan mengingkari sunnatullah, karena allah pun memberikan surga padamu tidak geratis, harus dibayar dengan ketaqwaan" bila anda resapi dua kalimat tadi maka anda tau artinya menghargai orang, seperti kita tau bahwa kemunculan benda benda disekitar kita adalah hasil karya orang lain, dan biaya yang dikeluarkan untuk mendapat benda benda itu adalah untuk menghargai usaha mereka yang telah mau meluangkan waktu, tenaga dan biaya untuk membantu mewujudkan keinginan kita (piring,motor,almari,dll, misalnya), begitu juga bahwa keberadaan azimah dan benda bertuah adalah hasil dari usaha orang lain yang menjembatani siapaun yang memerlukan, selayaknya biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya adalah untuk menghargai usaha mereka yang membantu anda dalam memiliki azimah dan benda bertuah, 

adapun sejumlah mahar ditentukan dari tingkat banyak sedikitnya waktu dan tenaga yang digunakan untuk mendapatkan azimah atau benda bertuah itu, perlu diketahui bahwa azimah dan benda bertuah itu semakin semakin sulit proses pembuatannya/menemukannya maka semakin banyak waktu, tenaga dan biaya yang dikerahkan, otomatis tenaga pun ikut terkuras juga, karena azimah dari kami adalah azimah asli buatan tangan, ditulis dengan tangan juga dengan tata cara yang khusus, sekarang ini banyak azimat azimat palsu yang beredar dipasaran yaitu azimat hasil foto copy, sablon dan cetakan masal lain yang bisa menghasilkan banyak azimah palsu dalam hitungan detik, azimat dari ISTANATUAH adalah azimah asli tulisan tangan yang dibuat dengan tatacara khusus diwaktu waktu yang khusus juga untuk memberi pelayanan yang sungguh sungguh dan istimewa kepada klien kami, karena azimat palsu hasil cetakan masal menurut para guru hikmah tidaklah mempunyai berkah karena berkah bisa didapat hanya melalui usaha

KENAPA ILMU ADA JUGA YANG DIMAHARI?
ketika anda menginginkan sebuah keilmuan dari kami dengan mahar sejumlah tertentu maka selayaknya anda menganggap mahar adalah rasa terima kasih kepada orang lain yang mau meluangkan meluangkan waktu dan tenaga untuk mengajari anda keilmuan, sepantasnya anda menganggap mahar adalah biaya administrasi wajar sebagaimana biaya yang dikeluarkan untuk sebuah kursus keahlian(kursus komputer, menjahit, elektronik,miasalnya) atau kursus keilmuan (kursus bhs inggris, pengobatan, kecantikan,dll, misalnya) karena untuk mengajari sebuah keilmuan atau keahlian kepada orang banyak, memerlukan waktu dan tenaga yang khusus diluangkan untuk hal itu, kenapa tidak di ajarkan gratis saja sebagai ibadah? tentu untuk mengajari orang banyak membutuhkan waktu yang banyak juga dan tentunya waktu untuk bekerja harus dikesampingkan demi mengajari ilmu kepada orang banyak, maka mahar fungsinya untuk mengganti waktu bekerja sipengajar/guru yang telah dikesampingkan untuk mengajari ilmu, kalau seorang pengajar tidak bisa mencukupi kebutuhan anak istri karena waktu kerjanya habis untuk mengajari orang, apakah itu ibadah? bukan ibadah lagi tapi dosa karena menelantarkan keluarga, kami juga bertanya , apa jadinya kalau para siswa tidak membayar uang SPP? yang terjadi pasti sang guru akan berhenti mengajar karena tiada biaya kontribusi untuk anak isterinya dan pastinya sang guru akan memilih untuk bekerja mencari duit untuk bertanggung jawab kepada anak isteri, iya kan?
semoga anda bisa memahami dan pengertian juga tidak su'uzzon tentang keberadaan mahar pada suatu keilmuan, jangan di anggap mahar adalah harga yang mengindikasikan jual beli karena benda mulia (azimah,ilmu, manusia, berkah) tidak bisa dinilai dengan harga

salam hormat dari kami
didukung oleh SANGGARTUAH TAMING SARI 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.